Saya punya murid. Secara akademis dia bisa dibilang lumayan pintar.
Tapi orang nya aneh. Kalau jalan itu matanya melotot terus. Tidak bisa mengontrol emosi nya. Suka meledek orang tapi giliran di ledek balik, dia marah-marah bahkan ngamuk. Orangnya kebanyakan diam. Bukan karena mengamalkan hadist : "berkata-kata yang baik atau diam."
Tapi karena dia secara komunikasi nya kurang. Lafal bicara nya gak jelas. Tapi giliran urusan emosi, marah, ngamuk, banting-banting barang, wah dia nomor satu. Giliran dia ditegur karena sikap nya, maka dia menjawab:
"Saya emang udah kayak begini dari lahir. Gak bisa berubah."
Nah manusia semacam ini, kepintaran nya gak berguna. Kenapa? Karena dia gak bisa mengontrol diri nya sendiri.
Buat apa pintar otak nya, bagus nilai akademis nya, tapi lemah berkomunikasi, tidak bisa mengontrol emosi nya, dan menjadi manusia toxic untuk teman-teman nya?
Semoga tulisan ini bisa dipahami ya. Supaya ke depan nya kita sebagai manusia jangan menjadikan kepintaran akademis sebagai raja yang menentukan hidup manusia. No !!!! Pintar akademis tapi kelakuan nya bengis, ya kepintaran nya terkikis.
By : Afrian Rahardyaning Pangestu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar